Posted by: agusimam on: Oktober 7, 2010
Allah SWT mempunyai hak yang sangat banyak atas hamba-hamba-Nya, diantaranya adalah:
1. Beriman kepada Allah Beriman kepada Allah terangkum dalam 4 perkara:
a. Bahwa beriman dengan wujud Allah adalah perkara yang sesuai dengan petunjuk fitrah.
b. Maksud dari beriman kepada Rububiyyah Allah adalah: mengimani bahwa Allah adalah Esa dan Dia adalah
Rabb yang tiada sekutu bagi-Nya, Dia adalah pencipta seluruh alam, Yang Mengatur, Yang Menghidupkan dan
Mematikan, Dia adalah Yang Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. Dan tak ada satu
pun yang mengingkari kerububiyyahan Allah kecuali orang yang sombong lagi keras kepala.
c. Maksud beriman kepada uluhiyyah Allah adalah: mengkhususkan peribadatan hanya untuk Allah
d. Maksud beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah:
1. menetapkan nama-nama dan sifat-sifat itu sesuai dengan yang telah ditetapkan Allah sendiri dalam Al Qur’an
atau hadits, dari nama-nama dan sifat-sifat yang sesuai dengan makna yang pantas bagi Allah, tanpa adanya
Tahrif (perubahan), Ta’thil (peniadaan), Takyif (menanyakan bagaimana) dan Tamtsil (penyerupaan).
2. Nasihat (berlaku ikhlas) kepada Allah Suatu amalan akan diterima oleh
Allah jika memenuhi 2 syarat, yaitu ikhlas dan benar (sesuai dengan Al Qur’an dan hadits). Maksud berlaku ikhlas
kepada Allah adalah memperhatikan dengan sungguh-sungguh demi meraih kecintaan Allah dengan menjalankan
segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dan lebih mengutamakan Allah dengan melakukan segala
sesuatu yang menimbulkan kecintaan-Nya, berupa amalan hati dan seluruh amalan anggota badan, serta
menjadikan ibadahnya murni, hanya kepada-Nya dan tanpa menyekutukan-Nya.
3. Bersegera dalam bertaubat Tidak ada yang mengetahui hari esok, karena itu bersegeralah di dalam bertaubat,
jangan sampai menyesal. Bertaubatlah dengan taubat yang sebenar-benarnya, agar Allah mengampuni dosa-dosa
kita.
4. Bersabar Kesabaran itu ada 3 macam, yaitu sabar dalam menaati Allah, sabar dalam menjauhi yang diharamkan
Allah, dan sabar atas takdir Allah, baik takdir yang baik maupun yang buruk.
5. Jujur kepada Allah Jujur kepada Allah dalam setiap ibadah, ketaatan dan pendekatan diri adalah dengan
menjadikan kesemua itu hanya untuk Allah, bukan untuk yang lainnya. Jujur kepada Allah akan menjadikan
seseorang jujur di hadapan manusia.
6. Merasa selalu diawasi oleh Allah Sudah seyogyanya bagi setiap orang agar menjadikan dirinya sebagai seorang
hamba yang selalu merasa diawasi oleh Allah, merasa Allah selalu ada di dekatnya dan merasa bahwa dirinya selalu
terlihat oleh Allah, sehingga ia akan merasa selalu melihat Allah, atau merasa Allah senantiasa melihat dan
mengawasi gerak-geriknya.
7. Bertakwa kepada Allah Takwa artinya menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa
itu tempatnya di hati. Akan tetapi, tidak mungkin ada seseorang yang mengaku bertakwa kepada Allah dalam
batinnya, sedangkan lahiriahnya bermaksiat kepada Allah.
8. Bertawakkal kepada Allah Tawakkal adalah jujur dalam menyandarkan hati kepada Allah di dalam mendatangkan
kemaslahatan dan menolak kemudharatan dari semua urusan dunia dan akhirat. Tawakkal harus disertai dengan
usaha. Tawakkal adalah salah satu dari buah (akibat) dari keyakinan. Sedangkan yakin adalah kekuatannya iman.
Maka karena itulah seorang hamba seakan-akan bisa melihat dengan kedua matanya apa saja yang telah dikabarkan
Allah dan Rasul-Nya sebagai buah dari keyakinannya yang mantap. Maka, keyakinan adalah kemantapan dan
keimanan adalah sesuatu yang tidak diiringi oleh keraguan.
9. Istiqomah (konsisten) di atas agama Allah Barangsiapa yang selama hidupnya beristiqomah dalam ketaatan kepada
Allah dan terus-menerus seperti itu, maka dengan izin Allah , dia akan aman dari setiap kejahatan dan segala
kesusahan, serta ia akan menjadi penghuni surga yang kekal di dalamnya.
10. Wajib tunduk kepada Allah, berhukum kepada-Nya serta bersungguh-sungguh mencurahkan jiwa untuk taat
kepada-Nya Allah berfirman: “Barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka
itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Maaidah: 47) Keimanan seseorang tidak akan baik kecuali memenuhi 3
syarat:
a. Hendaknya setiap ada perbedaan pendapat, keputusannya dikembalikan kepada Allah
b. Hendaknya hatinya merasa lapang dengan hukum Allah ini, serta janganlah dadanya terasa sesak dan sempit
karenanya
c. Hendaknya ia menyerahkan dirinya secara sempurna untuk menerima segala hukum yang diwajibkan kepadanya,
serta melaksanakan hukum itu tanpa berat hati ataupun ragu-ragu 11. Mencintai Allah Untuk bisa mencapai
manisnya iman kita harus bisa mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi apapun, termasuk diri kita sendiri. Termasuk
cinta kepada Allah adalah menjadikan cinta dan bencinya hanya karena Allah, cinta terhadap kewajiban mengikuti
Nabi dengan mentaati segala yang beliau perintahkan dan menjauhi segala yang beliau larang atasnya.
12. Hendaknya hamba menjadikan dirinya selalu dalam keadaan antara khauf (takut) dan raja’ (harap) Imam Ahmad
berkata menerangkan khauf dan raja’, “Seyogyanya setiap orang menjadikan khauf dan raja’nya menjadi satu.
Apabila salah satu dari keduanya lebih unggul, maka orang tersebut akan binasa.
Karena, jika pada sisi raja’ yang unggul maka ia hanya akan menjadi orang yang merasa aman dari azab Allah. Dan jika
pada sisi khauf lebih unggul, maka ia akan menjadi orang yang putus asa dari rahmat Allah, dan keduanya adalah
buruk. Akan tetapi, seyogyanya ia menjadikan khauf dan raja’nya satu.”
13. Hendaknya seluruh amalan hamba hanya untuk Allah
Hendaknya seorang hamba tidak berdoa, mendekatkan diri, meminta pertolongan, berkurban, meminta
perlindungan, dan melakukan berbagai macam ibadah kecuali kepada Allah. Maka, setiap gerak dan diamnya adalah
karena Allah.
Itulah hak-hak Allah atas hamba-Nya. Namun kita juga mempunyai hak atas Allah, yaitu jika kita telah menunaikan
hak-hak Allah atas diri kita, maka Allah tidak akan mengazab kita.